Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis. Ya memang
semua berubah dengan cepat. Waktu yang dulu masih bisa saya luangkan untuk
menulis, membaca, sekarang sudah hampir tidak ada waktu untuk bersantai,
kecuali untuk bersepeda... wajib hukumnya. Hehehe
Sekarang, saya ingin mengangkat sedikit tentang potensi tambang di
Sukabumi, terutama Kabupaten Sukabumi. Entah terbersit untuk menulis, karena
besok saya harus memberikan briefing adik-adik Teknik Pertambangan ITB sebelum
mereka berangkat ekskursi awal Januari 2013.
Sukabumi merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang
mempunyai potensi tambang yang sangat melimpah. Mulai dari pasir besi, zeolit,
batu gamping, pasir kuarsa, bentonit, emas dan sebagainya. Potensi ini
dibarengi dengan reputasi nya yang terkenal di se-antero Indonesia, menurut
opini saya sih, sebagai tempat lahirnya para jagoan tambang.
Para jagoan tambang yang saya maksud, adalah banyaknya penambang
dari Sukabumi yang merantau ke pulau lain, terutama pada tambang-tambang emas,
dimana kebanyakan dari mereka datang sebagai tukang dulang. Pekerjaan mendulang
memang bukan pekerjaan yang gampang, sangat bergantung pada keberuntungan,
keberuntungan dan keberuntungan. Teknik nya sih memang tidak susah, namun
ketekunan untuk berendam selama sehari penuh untuk mendapatkan beberapa gram
emas, itu yang membuat saya salut kepada para penambang tersebut.
Nah, sekarang saya coba bahas beberapa potensi tambang di Sukabumi
-Pasir – Sirtu, Cimangkok
Secara Geologi, daerah ini termasuk ke dalam satuan Breksi dan lahar dari Gunung Gede (0-100 m). satuan ini terdiri dari Batupasir tufaan, serpih tufaan, breksi tufaan, dan aglomerat tufaan (terbentuk pada zaman quarter). Satuan ini membentuk dataran Cianjur.
Sistem Penambangan yang digunakan adalah sistem semprot. Tekanan air yang disemprotkan ke dinding batuan, menghanyutan fraksi pasir yang berukuran kecil, dan mengendapkan partikel batuan yang berukuran besar. Hal tersebut memudahkan pemisahan pasir dan batuan berdasarkan ukuran besar fraksi batuan.
-Pasir Kuarsa, PT. Holcim Indonesia – Unit Kuari Cibadak, Cimandak
Lokasi ini berada di daerah Gn Walat Kecamatan Cibadak, 15 km sebelah baratdaya Kota sukabumi. Daerah ini termasuk ke dalam Formasi Walat berumur Oligosen (Tow), terdiri dari litologi batupasir kuarsa, konglomerat, batulempung karbonan, lignit dan lapisan arang tipis-tipis yang diendapkan pada lingkungan fluvial-deltaik. Batuan-batuan tersebut tersingkap di daerah Gn Walat dan di daerah sekitarnya.
Pasir Kuarsa yang juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama, seperti kuarsa, dan felspar. Hasil pelapukan kemudian tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang diendapkan di sungai, danau, atau laut. Di alam pasir kuarsa ditemukan dengan kemurnian yang bervariasi bergantung kepada proses terbentuknya di samping adanya proses pengendapan. Material pengotor tersebut bersifat sebagai pemberi warna pada pasir kuarsa, dan dari warna tersebut dapat diperkirakan kemurniannya. Pada umunya, pasir kuarsa yang ditemukan di alam mempunyai ukuran butir yang bervariasi dan dalam distribusi yang melebar, mulai dari fraksi halus (0,06 mm) sampai dengan ukuran kasar (2 mm).
-Batugamping, Cikembar
Batugamping ini termasuk pada Anggota Batugamping Terumbu (Toml) yang berumur Oligosen-Miosen terdiri dari batugamping terumbu koral dengan sejumlah fosil yang terdolomitkan tersingkap baik di Pasir Kutamaneuh, Pasir Aseupan di Selatan Sukabumi, dan di Liunggunung di selatan Cibadak.
Zeolit, Cikembar
Zeolit adalah kelompok mineral yang merupakan senyawa alumino silikat hidrat dan logam alkali dengan rumus umum Mx/n.(AlO2)x.(SiO2)y.xH2O.
Kelompok mineral zeolit memiliki kesamaan sifat dan struktur, yaitu terdiri dari framework/rangka aluminosilikat yang tersusun dari cincin tetrahedra alumina dan silica. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang diisi oleh ion dan molekul air. Rongga-rongga tersebut saling berhubung, sehingga ion dan molekul air yang berada di dalamnya dapat bergerak bebas sampai batas permukaan yang memungkinkan terjadinya pertukaran ion maupun dehidrasi secara reversible . Karena sifatnya yang unik ini maka zeolit dimanfaatkan dalam industri sebagai penukar kation, adsorben dan penyaring molekul. Kristal zeolit yang telah terdehidrasi merupakan adsorben yang selektif dan mempunyai efektivitas adsorpsi yang tinggi
Endapan Emas, PT. Hunamas Group, Ciawitali-Simpenan
Pada abad 19-20 lalu, produksi emas di Indonesia hampir semuanya diperoleh dari urat-urat epitermal polymetallic yang dikenal terbentuk pada umur Miosen (Sunarya, 1989). Selama beberapa tahun terakhir (1984-1993), demam emas di Indonesia telah menyebabkan adanya identifikasi terhadap geologi sumberdaya, dihasilkan jumlah sumberdaya emas lebih dari 3500 ton berasal dari endapan epitermal dan porfiri Cu di Sulawesi (Mesel), kalimantan (kelian), Wetar (Lerokis), Jawa (Pongkor), Irian jaya (Grasberg), dan dengan variasi pada lokasi-lokasi yang lain (Van Leeuwen, 1994; Carlile dan Mitchell, 1994).
Endapan emas Jawa Barat terletak diantara dan pada panggul kubah Bayah, baratdaya kota Jakarta . Satuan geologi, terpapar pada area 40x80 km, terdiri dari Oligosen sampai Quartenary calc – alkalitik ryolitik sampai batuan andesit dan intrusiv kecil stock dengan beberapa interkalasi dari batu gamping dan batu pasir Miosen. Area Citorek, terletak pada bagian utara kubahmerupakan zona depresi yang luas (60km2), terbentuk sebuah kaldera yang terisi dengan ignimbrit dasitik dan diintrusi oleh plug andesitik-dasitik.
Nah, kita coba gali sedikit lebih dalam tentang tambang emas. Kebetulan, tambang emas yang ada di daerah ini merupakan emas primer, bukan emas alluvial, dimana emas itu tidak bisa serta merta di dulang untuk mendapatkan logam berharganya. Batuan yang keras nya naudzubillah diambil dari lubang-lubang tikus yang lumayan dalam (bisa mencapai 30 meter secara vertikal, dan bisa berkelok2), hanya bersanggakan kayu (istilah kerennya "gophering", kalau istilah lazimnya "gurandil"), mereka harus memukuli batu yang keras itu, memasukkan ke dalam karung dan membawa nya ke permukaan.
Pekerjaan belum berhenti sampai disitu, setelah karung-karung kemenangan itu dibawa ke atas, batu tersebut harus dipukuli berkali-kali sampai halus. Setelah batu berukuran halus, barulah dilakukan penggilingan, dengan menggunakan gelundung (bahasa kerennya ball mill). Mereka pun menambahkan raksa ke dalam gelundung, supaya butiran emas yang hancur akibat proses gelundung itu bisa terikat ke dalam raksa.
Setelah di gelundung 8-10 jam, baru lah konsetrat mereka olah, bisa dengan didulang terlebih dahulu, namun ada juga yang langsung menekan2 butiran yang terikat itu dengan tangannya yang tidak lagi halus. Memang agak miris, mereka harus bermain dengan raksa, yang dalam jangka panjang bisa merusak syaraf mereka, sehingga jari2 mereka bisa seperti tertekuk, bahkan kadang2 berimplikasi sampai ke keturunan mereka.
Yah, memang hidup ini berat untuk mereka. Tapi dibalik itu semua, mereka ber"gamble" dengan emas yang nilainya bisa berlipat2 ganda ketika mereka jual nanti. Mereka melupakan kesehatan, yang sejatinya lebih mahal dari apapun. Semoga suatu saat nanti, siapa pun lah bisa membuat teknologi yang ramah lingkungan dan mensosialisasikan ke penambang liar, bukan untuk me-legalkan penambang liar, namun menyelamatkan mereka demi masa depan bangsa kita.
di tengah gemuruh hujan, di lantai 3 eksplorasi
2012-2012
-AYAH-
tanks untuk artikelnya,salam kenal"karbon aktif"
ReplyDeleteSalam mas..
ReplyDeleteKapan bisa ngopi bareng?
Agit agat
Wa 0812-2014-8888$
Salam kenal mas.
DeleteMakasih buat tawarannya. Smga kpn2 bisa ketemu klo sudah di Jabar lagi.
Sungguh membantu saya dlm mencari emas. Krna itu akan saya jadikan pekerjaan. Skrg nie alat detector sudah sya beli. Tinggal cari lokasi. Saya dari surade
ReplyDeleteBismillah,Mohon ijin admin , numpang iklan promosi yaa...
ReplyDeleteKami menjual :
- Zeolite .
- Bentonite .
- Dolomite
- Kapur Aktif / Cao / Kalsium Oksida.
- Kapur Padam / CaOH2 / Kalsium Hidroksida.
- Kapur Tepung / CaCo3 /Kalsium Karbonat / Kapur pertanian /Kaptan Dll.
Untuk informasi lebih lanjut Silahkan hubungi :
Bpk Asep
081281774186
085793333234
Silahkan simpan nomor dan hubungi jika sewaktu waktu membutuhkan.
Saya orang sukabumi sekitaran Ciemas. Pengen kenal sama mas dan bagi ilmunya mngenai batuan Mas. Bol3h minta wa nya bos. Saya Gunawan 081218537080
ReplyDelete